Penggolongan jenis ular berdasarkan bentuk dan susunan gigi

“Artikel ini disusun oleh Faulana H.N, diambil dari beberapa sumber dan di translate ke dalam bahasa indonesia secara mandiri, bukan dengan google translate. Bila anda ingin menggunakan artikel ini, diwajibkan untuk mengutip sumber alamat web artikel ini.”

Dari sekian banyak ular di dunia ini , di golongkan menjadi 4 golongan berdasarkan bentuk dan susunan giginya yang berhubungan erat dengan pengolongan ular berbisa atau tidak:

1.Ular bergigi Aglyphous

Kata “glyph” diturunkan dari bahasa Yunani “Gluphe” yang berarti sebuah pahatan atau saluran beralur. Sedangkan kata “agylph” berarti “tanpa saluran beralur”. Ular ini tidak mempunyai taring dengan dengan rongga beralur untuk menyuntikkan bisa.

Ular bergigi Aglyphous (lacking grooves) tidak mempunyai gigi yang berfungsi khusus, setiap gigi mempunyai bentuk dan seringkali ukuran yang sama. Walaupun ukurannya berbeda, seperti pada ular ular pemakan burung, gigi mereka tidak berbeda dalam hal bentuk. Ular Aglyphous bukanlah ular yang berbisa. Jenis ini bisa ditemukan di keluarga python seperti python molurus.

Elaphe spp head with mouth forced open

2. Ular bergigi  Opisthoglyphous

Ular bergigi  Opisthoglyphous memiliki venom lemah yang di suntikkan oleh sepasang gigi yang ukurannya lebih besar dan pajang yang terletak di belakang “maxillae” dimana pada umumnya menekuk kebelakang dan berhunungan dengan kantong bias. Karena kedua taring bisa ini tidak terletak disusunan gigi depan bagian mulut, maka disebut dengan ular bertaring belakang. rear-fange. Untuk menyuntikkan bisa-nya, ular ini harus memasukkan mangsa lebih jauh didalam mulut terutama untuk jenis mangsa yang kecil.Ular bertaring belakang ini ditemukan pada jenis ular family Colubridae

3.

Ular Proteroglyphous (maju berlekuk)

Ular Proteroglyphous telah diperpendek maxillae dan beberapa bantalan gigi kecuali bagian taring depan dan benar-benar dilipat di sekitar saluran racun yang membentuk jarum berongga. Karena taring hanya sebagian kecil dari satu inci panjang, bahkan dalam spesies terbesar ular ini harus bertahan, setidaknya sesaat, saat  mereka menyuntikkan racun mereka, yang paling beracun dari semua ular. Beberapa ular kobra meludahpenyembur telah memodifikas ujung taringnya memungkinkan mereka untuk menyemprot racun di mata penyerang. Bentuk gigi ditemukan pada keluarga elapids. Misalnya Ular cobra

4

Ular bergigi Solenoglyphous

Ular bergigi Solenoglyphous mempunyai taring yang lebih sempurna dan maju dalam mengirimkan bisa dari pada ular lain. Setiap maxilla di kurangi menjadi sebuah titik yang mendukung sebuah lubang gigi taring. Panjang taring taring tersebut dapat mencapai setengah dari panjang kepala, dilipat di bawah langit langit mulut dan saling bertemu diujungnya.  Kerangka kepala ular ini mempunyai elemen elemen yang saling berinteraksi yang memastikan taring dapat berputar dalam posisi mengigit ketika rahang dibuka. Jenis ular ini dapat membuka rahang mencapai 180 derajat dan taringnya mengayun dalam posisi yang memungkinkan untuk menyuntikkan bisa lebih dalam ditubuh mangsa. Ular jenis Solenoglyphous mempunyai  bisa yang tidak terlalu berbahaya daripada of proteroglyphs, namun ular solenoglyphous memiliki kemampuan menyuntikkan bisa yang lebih banyak dan lebih dalam daripada yang lain. Jenis gigi ini ditemukan pada ular keluarga Viper

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s