Lycodon subcinctus

Banded Wolf Snake

Kehebohan… satu hal yang pasti terjadi bila seseorang atau sekelompok orang melihat ular di sekitarnya. Dan hal itu terjadi waktu saya sedang mengajar mapel bahasa inggris kelas 4 di Sekolah Dasar Islam Terpadu Laboratorium Bhumi Menoreh, Salaman, Magelang. Di tengah konsentrasi saya kepada siswa, saya dikejutkan dengan ketukan dipintu saya dan setelah saya buka ada sekelompok anak kelas 5 dan salah satunya mengatakan ” Mister, ada ular masuk kelas 5, ularnya hitam putih hitam putih”. Spontan saja yang terlintas dipikiran saya adalah ular berjenis Bungarus Faciatus atau secara awam di sebut ular weling.

Seperti wajarnya seekor ular, ular kecil sepanjang 30 cm dan ukuran badan tidaklah lebih besar dari ukuran polpen pilot sedang merayap di sudut sebuah ruangan. Suasana riuh di dalam kelas serta para siswa yang berkerumun disekitar ular tersebut membuat ular menjadi lebih defensive dan berbahaya. Saya meminta siswa untuk minggir dan lemudian mengambil sebuah ranting kecil untuk menekan kepala ular tersebut dan menaruhnya di sebuah botol aqua, dan di pikiran saya masih tertanam bahwa itu tersebut adalah ular weling atau Bungarus Faciatus. Ular Weling merupakan jenis ular high venom/ berbisa tinggi dan berpotensi menyebabkan kematian kepada korban gigitannya.

Keesokan harinya, setelah saya dan Korem agenda sosialisasi di SD BUNDA WACANA, hadir seorang expert dan pemeharti ular, seorang Biolog, Mbak Lydia kami memanggilnya. Dalam sela sela obrolan santai kami dengan beliau, saya tunjukkan ular yang hari sebelumnya saya tangkap dan saya meminta Mbak Lydia untuk mengidentifikasi ular tersebut. Begitu melihat wujud ular tersebut, Beliau mengatakan ular tersebut bergenus ular LYCODON Sp atau sering disebut dengan wolf snake. dan beliau menjelaskan perbedaan antara ular lycodon yang mirip weling ini dengan ular weling yang sesungguhnya dari segi fisik dan karakter.

Lycodon adalah salah satu genus ular colubridae yang sering disebut dengan wolf snake dan TIDAK BERBISA. Nama latin Lycodon diturunkan dari bahasa Yunani Lycos yang berarti Srigala dan Don yang berarti Gigi.

Ular Lycodon ini terbagi dalam 32 sub spesies di seluruh dunia dan ular yang saya temukan adalah sub spesies yang bernama lycodon subcintus ” Malayan banded Snake”.

This item is an image

Ular ini mempunyai bentuk tubuh yang ramping dan ukuran dewasa bisa mencapai 90 centimeter. Ular ini mempunyai bermotif hitam putih berbentuk cincin yang bisa berjumlah 25 cincin dan terkadang warna putih berbentuk cincin itu menembus bagian perutnya. Semakin dewasa warna cincin cincin tersebut akan semakin memudar terutama dari bagian tengah badan hingga bagian ekor. Kepala spatulate, coklat tua atau hitam. Ventrals abu-abu atau putih. Agak pendek, tapi ramping dan runcing ekor. Tukik dan remaja dengan belang keputihan luas di seluruh kepala.

Penyebaran ular lycodon ini meliputi wilayah Cina bagian selatan dan Asia tenggara. Habitat ular ini di daerah vegetasi atau semak semak dan ular ini aktif di malam hari. Ular ini juga termasuk ular alboreal maupun terestial yang artinya bisa hidup di pepohonan maupun di tanah. Makanan utama ular Lycodon ini adalah kadal kadalan kecil dan ular ini juga sering di salah identifikasikan sebagai ular Bungarus candidus (WELING ).

Ular Lycodon ini berkembang biak dengan cara bertelur berjumlah antara 5 hingga 10 telur dan menetas dalam waktu inkubasi selama 1,5 bulan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s